Aku awali bagian ini dengan doa.
Semoga kelak kita menjadi keluarga yang bahagia,
Saling memiliki satu sama lain.
Saling mendukung dalam susah maupun senang.
Mencoba mempercayakan hidup ku dengan seorang laki-laki itu adalah keputusan terumit yang pernah aku pikirkan. Aku tau memang tidak ada yang sempurnya di dunia ini. Apakah kamu juga tau itu? Ketidak-sempurnaan juga ada dalam diriku. Mau kah kamu menerima ketidak-sempurnaan itu?
Aku juga terdidik menjadi wanita mandiri dengan segala keputusan-keputusan dalam hidupku yang aku pilih sendiri. Apakah kamu akan bersabar jika ketika berbeda pendapat dengan ku?
Terkadang aku juga menjadi manusia bebas yang tak peduli sekitar untuk beberapa saat. Akankah kamu akan mengerti situasi itu?
Suamiku, aku memang jarang menangis, namun bukan berarti tidak ada duka dalam hatiku.
Suamiku, aku memang susah diatur, namum bukan berarti akan jadi pembangkang selamanya.
Suamiku, tuntunlah aku agar menjadi pendamping yang layak untuk mu.
Suamiku, jika aku sudah memilih satu laki-laki untuk mempercayakan masa depan ku, maka laki-laki itu sangat aku sayangi.
Aku bukan perempuan sempurna yang bisa melakukan banyak hal, tapi aku mau mencoba.
Aku bukan seorang ibu ketika mengurus keperluan mu, aku akan menjadi istri yang akan mendampingi mu.
Aku bukan seorang perempuan yang penuh lemah lembut, tapi akan aku lakukan untuk mu dan anak-anak kita kelak.
Akan banyak kata maaf dalam kehidupan kita nanti. Akan banyak kata terima kasih yang terucap saat kita bersama. Pesan ku, bersabarlah. Begitupun aku.
Semoga kelak kita menjadi keluarga yang bahagia,
Saling memiliki satu sama lain.
Saling mendukung dalam susah maupun senang.
Mencoba mempercayakan hidup ku dengan seorang laki-laki itu adalah keputusan terumit yang pernah aku pikirkan. Aku tau memang tidak ada yang sempurnya di dunia ini. Apakah kamu juga tau itu? Ketidak-sempurnaan juga ada dalam diriku. Mau kah kamu menerima ketidak-sempurnaan itu?
Aku juga terdidik menjadi wanita mandiri dengan segala keputusan-keputusan dalam hidupku yang aku pilih sendiri. Apakah kamu akan bersabar jika ketika berbeda pendapat dengan ku?
Terkadang aku juga menjadi manusia bebas yang tak peduli sekitar untuk beberapa saat. Akankah kamu akan mengerti situasi itu?
Suamiku, aku memang jarang menangis, namun bukan berarti tidak ada duka dalam hatiku.
Suamiku, aku memang susah diatur, namum bukan berarti akan jadi pembangkang selamanya.
Suamiku, tuntunlah aku agar menjadi pendamping yang layak untuk mu.
Suamiku, jika aku sudah memilih satu laki-laki untuk mempercayakan masa depan ku, maka laki-laki itu sangat aku sayangi.
Aku bukan perempuan sempurna yang bisa melakukan banyak hal, tapi aku mau mencoba.
Aku bukan seorang ibu ketika mengurus keperluan mu, aku akan menjadi istri yang akan mendampingi mu.
Aku bukan seorang perempuan yang penuh lemah lembut, tapi akan aku lakukan untuk mu dan anak-anak kita kelak.
Akan banyak kata maaf dalam kehidupan kita nanti. Akan banyak kata terima kasih yang terucap saat kita bersama. Pesan ku, bersabarlah. Begitupun aku.